Setelah 8 tahun berjuang untuk membuka Program Studi Profesi Apoteker di Universitas Tadulako akhirnya pada Tahun 2024 Universitas Tadulako diberi izin untuk membuka Program Studi Profesi Apoteker. Hal ini ditandai dengan diterbitkannya SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi RI No. 696/E/O/2024 yang dikeluarkan pada tanggal 17 Oktober. Ini adalah amanah besar yang diberikan, setelah berjuang sejak tahun 2015, dengan berbagai kekurangan dan kesulitan yang harus diatasi. Sebelum diterbitkannya SK Menteri ini, Univ. Tadulako, khususnya FMIPA juga telah menerima tim asesor dari IAI, APTFI dan DIKTI yang melakukan evaluasi akhir pada tanggal 5 September yang lalu (https://fmipa.untad.ac.id/?p=4906) saat itu evaluator yang hadir Prof. Dr. Tiana Milanda, MSi., Apt. (IAI) dan Dr. Nursamsiar, M.Si (APTFI) untuk menilai kelayakan Universitas Tadulako dalam membuka Program Studi Profesi Apoteker. Berdasarkan visitasi dan hasil evaluasi yang dilakukan tim Asesor menyatakan Universitas Tadulako telah layak untuk membuka Program Studi Profesi Apoteker.

Dr.apt. Yuliet selaku Koordintaro Program Studi Farmasi Universitas Tadulako memberikan penuturan terkait Tantangan dan Peluang dari dibukanya Program Studi Profesi Apoteker di Universitas Tadulako. “Pembukaan Program Studi Profesi Apoteker di Universitas Tadulako memiliki peluang yang sangat besar terutama dalam mengakomodir alumni dari prodi Farmasi Universitas Tadulako kemudian akan mencukupi kebutuhan apoteker di Sulawesi tengah. Namun segala sesuatunya yang baru dimulai perlu adanya penyesuaian yang paling utama berkaitan dengan Fasilitas PKPA yang mengarah ke Indsustri masih harus ke luar kota karena di Sulawesi Tengah belum ada tempat Industri Farmasi, namun saat ini untuk PKPA yang mengarah ke klinik sudah bisa terakomodasi”.
Amanah dan sekaligus kepercayaan dari pemerintah dalam pembukaan Program Studi Pendidikan Apoteker ini, tidak hanya disambut baik oleh calon mahasiswa, namun juga memperoleh apresiasi dari banyak pihak, termasuk Rektor, Dekan dan seluruh mantan Dekan FMIPA yang telah memikirkan sejak dulu. Apresiasi juga dikirimkan oleh berbagai steakholder di luar UNTAD, termasuk Ketua Umum PP IAI, dan pengurus daerah IAI Sulawesi Tengah.
Dengan semangat baru ini Civitas Akademika FMIPA memiliki harapan besar, semoga PSPA ini dapat menjadi tempat pembelajaran bagi calon Apoteker yang berkompeten sesuai dengan VISI dari PSPA Universitas Tadulako”. Sejalan dengan itu tentu Masyarakat juga sangat menanti kontribusi para apoteker alumni dari Universitas Tadulako, dalam turut serta memajukan kesejahteraan bangsa melalui dunia Kesehatan di Sulawesi Tengah dan Indonesia pada umumnya.
