Home
Organisasi Mahasiswa

Organisasi Mahasiswa

Lembaga Organisasi Kemahasiswaan yang ada di Fakultas MIPA sampai tahun 2016 :

BPM  Badan Perwakilan Mahasiswa
BEM  Badan Eksekutif Mahasiswa
HIMAFI  Himpunan Mahasiswa Fisika (Jurusan Fisika)
HIMATIKA  Himpunan Mahasiswa Matematika (Jurusan Matematika)
HIMAKIM  Himpunan Mahasiswa Kimia (Jurusan Kimia)
HMB  Himpunan Mahasiswa Biologi (Jurusan Biologi)
HIMAFAR  Himpunan Mahasiswa Farmasi (Jurusan Farmasi)
UKOF  Unit Kegiatan Olahraga Fakultas
MPA Pawana  Mahasiswa Pecinta Alam Pawana (Ruang lingkup Fakultas MIPA)
STATIS  Organisasi Seni dan Musik
PRISMA SAINS  Organisasi Mahasiswa Kristen
AL-ISLAH  Organisasi Mahasiswa Islam
ELSAM  Organisasi peduli HIV/AIDS dan Narkoba
LPM  Lembaga Pers Mahasiswa
BRM  Badan Riset Mahasiswa

Pengurus Lembaga Kemahasiswaan tersebut di atas dipilih dari, oleh dan untuk para mahasiswa di lingkup fakultas, jurusan,   program studi atau komunitas tertentu. Penyelenggaraan  pemilihan  dan  penentuan kepengurusan  organisasi  kemahasiswaan tersebut pada umumnya diadakan satu tahun sekali untuk tiap periode kepengurusan. Pemilihan dan susunan pengurus organisasi kemahasiswaan diatur sendiri oleh organisasi kemahasiswaan tersebut sejauh tidak bertentangan dengan peraturan fakultas atau universitas.

Pola kebijaksanaan tentang kegiatan kemahasiswaan yang akan dilaksanakan di tingkat   fakultas ditentukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Unit kemahasiswaan tingkat Jurusan dan atau Program Studi   meliputi kegiatan   kemahasiswaan   yang   menyangkut   bidang   profesi   atau akademik.

Tugas  pengurus  BEM  dan  BPM  secara  operasional  merupakan  penjabaran Wawasan Almamater yang meliputi :

  1. Institusionalisasi  yaitu  menekankan  pentingnya  mahasiswa  sebagai  komponen Perguruan Tinggi untuk memelihara citra Fakultas/Universitas sebagai Almamater.
  2. Transpolitisasi yaitu merupakan petunjuk bagi para mahasiswa untuk tidak melakukan kegiatan politik praktis sehingga persatuan dan kesatuan mahasiswa sebagai warga masyarakat tetap terpelihara.
  3. Profesionalisasi yaitu memberikan gambaran bahwa mahasiswa perlu memiliki landasan teori dan keterampilan yang memadai dalam bidang ilmu yang ditekuninya.

Leave a Comment

*

*